Hidup di negara tropis seperti Indonesia membuat kita hanya menemui dua musim saja, yakni musim hujan dan musim panas. Musim hujan biasa terjadi di antara bulan Oktober hingga Maret, sedangkan puncak curah hujan biasa terjadi di Januari hingga Februari seperti saat ini. Di masa-masa puncak curah hujan seperti ini membuat kita hampir setiap hari menemui hujan. Turunnya hujan memiliki banyak manfaat bagi manusia dan alam, mulai dari membuat tanah menjadi subur, hingga mengurangi polusi udara.

Bagi sebagian orang, datangnya air hujan yang melimpah turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dengan cara ditampung. Pasalnya menampung air hujan dirasa lebih mudah bagi sebagian daerah yang masih jauh dari sumber air dan belum memiliki akses air bersih yang layak, sehingga menampung air hujan menjadi pilihan alternatif yang tepat karena dirasa bersih dan aman. Kendati demikian, masih menimbulkan pertanyaan apakah aman jika air hujan dikonsumsi secara langsung tanpa adanya proses pengolahan terutama untuk kebutuhan air minum.

Pertanyaan ini membuat peneliti asal Monash University, Melbourne, Australia melakukan penelitian dengan mengambil sampel 300 rumah yang menggunakan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan air. Seluruh anggota di rumah tersebut memiliki catatan kesehatan selama lebih dari satu tahun untuk memantau kesehatan mereka selama menggunakan air hujan sehari-hari. Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa tingkat flu perut anggota keluarga objek penelitian mirip dengan kondisi kesehatan masyarakat yang minum air keran bersih. Sehingga penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mengonsumsi air hujan cukup aman bagi kesehatan.

Kendati penelitian tersebut menyebutkan bahwa air hujan cukup aman untuk dikonsumsi, namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika atau yang biasa disebut dengan CDC menyarankan sebelum mengonsumsi air hujan perlu dilakukan tes air terlebih dahulu kemudian dilakukan tindakan filtrasi atau disinfektasi terlebih dahulu. Lantaran tidak menutup kemungkinan meskipun air hujan terlihat bersih, di dalamnya terdapat kemungkinan adanya polutan, bakteri berbahaya ataupun parasit. Terlebih jika hujan tersebut turun di kawasan industri yang penuh akan polutan dan zat berbahaya, disarankan untuk menggunakan filtrasi atau desinfeksi air terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Dengan adanya filtrasi serta disinfektasi diharapkan air hujan yang dikonsumsi telah steril dari zat atau mikroorganisme berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.

Untuk dapat memastikan kesehatan Anda dan keluarga saat mengonsumsi air hujan, Yuki Water Treatment memiliki solusi dengan menyediakan filter air yang dapat membebaskan air hujan dari berbagai zat-zat yang tidak baik untuk dikonsumsi seperti kapur, besi, hingga mangan. Selain itu, Yuki Water Treatment juga memiliki produk desinfeksi air yang cukup optimal lantaran menggunakan teknologi sinar ultraviolet (UV) yang efektif untuk membunuh mikroorganisme berbahaya di air. Dengan menggunakan filter serta disinfeksi air dari Yuki Water Treatment, Anda dapat mengonsumsi air hujan dengan aman tanpa khawatir akan adanya patogen-patogen berbahaya yang masih terkandung di air hujan.