Hingga kini sebagian besar masyarakat Indonesia masih terbiasa sterilisasi air dengan cara merebus air. Hal ini sudah biasa dilakukan masyarakat Indonesia secara turun menurun, karena menganggap bahwa merebus air sudah cukup untuk membunuh berbagai mikroorganisme berbahaya di dalam air. Namun, benarkah sterilisasi air dengan cara merebusnya sudah cukup dilakukan dan aman jika air tersebut dikonsumsi?
Aman atau tidaknya sterilisasi air dengan cara direbus sangat bergantung dengan sumber air yang digunakan. Jika sumber air yang digunakan masih memiliki kontaminasi zat fisika dan kimia, maka merebus air saja tidak cukup untuk sterilisasi air tersebut.
Air PAM yang biasa digunakan sebagai sumber air di perkotaan memiliki kemungkinan kualitasnya menurun setelah dialirkan ke rumah penduduk, bahkan juga berpotensi terkontaminasi bakteri yang terdapat di pipa. Hal yang sama juga terjadi pada sumber air tanah yang berpotensi besar memiliki kontaminan zat atau logam berbahaya.
Melansir dari situs New York State Department of Health, merebus air tidak efektif untuk menghilangkan kontaminasi bahan kimia seperti nitrat dan kaporit, sehingga cemaran kimia tersebut masih tertinggal di dalam air. Bahkan akibat dari perebusan tersebut dapat menyebabkan senyawa kimia terkonsentrasi di udara setelah proses penguapan.
Tidak cukup sampai di situ, meskipun proses merebus air dapat membunuh bakteri dalam kurun waktu dan suhu tertentu, namun terdapat bakteri yang lolos dari proses pemanasan seperti bakteri Clostridium dan Bacillus spores. Oleh karena itu, sterilisasi air dengan cara merebus air saja tidak cukup, diperlukan beberapa pengolahan air terlebih dahulu untuk memastikan air yang akan dikonsumsi aman.

Pertama, perlu dilakukan proses filtrasi air terlebih dahulu dengan menggunakan sistem filter air yang tepat. Pastikan bahwa filter air yang digunakan sesuai dengan permasalahan airnya. Enpress Vortech Inside (EVI) menjadi pilihan tepat filter air. Selain menggunakan teknologi dari USA, media filter EVI juga akan disesuaikan dengan permasalahan air, sehingga proses filtrasi air berjalan dengan optimal.
Kedua, setelah zat kimia dan fisika tersaring menggunakan filter air, sterilisasi paling tepat adalah menggunakan UV C. Seperti yang diketahui, UV C merupakan metode sterilisasi yang paling efektif dibandingkan dengan metode lainnya. UV C mampu membunuh bakteri, virus, dan jamur hingga 99,9% namun tanpa meninggalkan residu berbahaya.

Luminor UV-C System menjadi pilihan tepat Anda saat mencari sterilisasi UV C. Luminor dibekali teknologi UV C dari Kanada yang telah melalui sejumlah sertifikasi internasional seperti NSF. Sterilisasi air menggunakan Luminor UV C System menjadikan Anda lebih merasa aman dan nyaman karena 99,9% bakteri, virus, dan jamur telah tersterilisasi.
Baca Juga:
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun
- Satu-Satunya Filter Air di Indonesia dengan Teknologi Vortech dari USA
- Filter Air Terbaik untuk Anda: Food Grade & Sistem Filtrasi Vortech
- YUKI Water Treatment: Komitmen Meningkatkan Kondisi Air Baku dengan Filter Air Berkualitas

