Dalam proses industri yang diikuti dengan zaman yang semakin modern ini menuntut efisiensi dan keberlanjutan, penggunaan air dalam proses produksi menjadi aspek utama yang tidak dapat diabaikan karena tidak hanya digunakan sebagai pelarut atau pendingin, namun biasanya digunakan sebagai komponen utama dalam proses produksi seperti formula produk dan proses pencucian.
Kebutuhan air tidak hanya berpacu pada kuantitas namun harus memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan supaya tidak menimbulkan kerugian seperti kerusakan alat dan pencemaran produk. Dengan meningkatkan tuntutan kualitas produk dan efisiensi operasional yang tetap memperhatikan lingkungan, kebutuhan air bebas mikroorganisme menjadi salah satu tantangan dalam pengolahan air industri.
Namun nyatanya, metode pengolahan air konvensional masih sering menggunakan bahan kimia seperti klorin sebagai salah satu cara disinfeksi air. Meskipun efektif, bahan yang digunakan dapat merugikan lingkungan dan menambah operasional kerja dalam jangka waktu yang panjang. Teknologi UV (Ultraviolet) hadir sebagai solusi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

ULTRAAQUA UV-C system muncul sebagai pilihan dalam perkembangan disinfeksi non-chemical dengan menggunakan cahaya UV-C yang dirancang untuk disinfeksi air dengan UV Transmission (UVT) 70-100% pada panjang gelombang 254 nm yang dapat merusak DNA dan RNA dari mikroorganisme sehingga tidak dapat berkembangbiak dan menghilangkan infeksi. UVT adalah ukuran yang dapat mendeskripsikan seberapa banyak sinar UV dapat melewati suatu cairan atau material. ULTRAAQUA UV-C system dapat menonaktifkan mikroorganise sampai 99,99% tanpa memerlukan penambahan bahan kimia dan tidak menimbulkan efek samping sehingga lebih ramah lingkungan.
Aplikasi ULTRAAQUA UV-C ini dapat dilakukan dalam berbagai tahap pengolahan air proses industri diantaranya :
1.Air Baku (feed Water)
Dalam proses industri, penggunaan air baku banyak dibutuhkan seperti pengenceran bahan baku. Ultraviolet dapat digunakan sebagai salah satu alat yang digunakan dalam proses paling akhir dari sistem pre-treatment agar memastikan air sudah bebas dari kontaminasi bakteri maupun virus sebelum air digunakan lebih lanjut.
2. Air hasil dari Reverse Osmosis
Air dari hasil reverse osmosis biasanya sudah mengandung Total Dissolved Solid dengan jumlah yang minimum. Namun, terkadang masih terdapat mikrobiologi yang lolos dari membran reverse osmosis sehingga perlu bantuan ultraviolet sebagai alat penunjang sehingga menjaga air tetap steril.
3. Industri dengan Penanganan Khusus
Banyak industri yang memerlukan air yang sangat murni (high purity water) untuk prosesnya seperti industri farmasi dan makanan. Ultraviolet menjadi pilihan paling utama dalam industri ini untuk memenuhi kebutuhan high purity water.
Meskipun dalam prosesnya, teknologi UV memiliki beberapa kelemahan seperti lampu UV yang harus diganti sesuai dengan ketahanan lampunya (biasanya 9000 – 12000 jam) dan hanya efektif saat ada kontak langsung saja, teknologi ini lebih efektif dibandingkan dengan disinfeksi dengan bahan kimia. Hal ini disebabkan karena keamanan dalam penggunaan teknologi UV dan dapat menjaga kualitas produk tanpa harus memerhatikan kontaminan dalam penggunaannya.
Baca Juga:
- Waspada! Perubahan Kualitas Air Berdampak Serius Terhadap Produksi Peternakan
- Air Bersih Berkualitas Dukung Kenyamanan Beribadah di Bulan Ramadan
- Mesin Kopi Cepat Berkerak? Waspadai Kualitas Air yang Digunakan
- Hotel Bintang Berkelas Selalu Dimulai dari Sistem Filtrasi Air Terpusat
- Ibadah Tetap Maksimal di Bulan Ramadan dengan Kualitas Air Terbaik
