Banyak peternak sering bertanya,“Padahal semua kandang pakai air dari sumur yang sama, tapi kok kualitas airnya bisa beda-beda, ya?”

Di kandang pertama air masih terlihat jernih, tapi di kandang paling ujung warnanya mulai kekuningan. Debit air mengecil, bahkan nipple line kadang tersumbat. Fenomena ini sebenarnya bukan hal aneh, dan punya penjelasan ilmiah yang cukup menarik.

Kenapa Air Bisa Berubah di Tengah Jalur Distribusi?

Ketika air didistribusikan dari satu sumber menuju beberapa kandang, kualitasnya bisa berubah karena beberapa faktor:

  1. Perbedaan tekanan dan panjang pipa.
    Semakin jauh jarak pipa, tekanan air menurun dan sirkulasi tidak optimal.

  2. Titik aliran yang lambat (stagnan).
    Area ini menjadi tempat ideal bagi biofilm lapisan lendir berisi koloni mikroorganisme untuk tumbuh dan menempel di dinding pipa.

  3. Material pipa dan fitting berbeda.
    Beberapa jenis logam dapat berinteraksi dengan mineral dalam air, memengaruhi warna dan rasa air.

  4. Tidak ada sistem flushing berkala.
    Endapan mineral dan biofilm akan terus menumpuk jika pipa tidak dibersihkan secara periodik.

Hasilnya, meskipun sumber airnya sama, parameter di setiap kandang bisa berbeda mulai dari kekeruhan, warna, bau, kandungan logam, mineral, hingga jumlah mikroba.

Studi Kasus di Lapangan

Salah satu contoh nyata kami temukan di sebuah farm di Jawa Barat. Air dari sumur bor utama memiliki TDS 180 ppm. Namun, ketika diukur di kandang keempat, nilai TDS meningkat menjadi 235 ppm. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya biofilm dan kerak mineral di nipple line akibat aliran air yang tidak stabil dan kurangnya proses pembersihan rutin.

Solusi yang Kami Terapkan

Untuk mengatasi masalah perbedaan kualitas air di setiap kandang, tim YUKI Water Treatment menerapkan beberapa langkah strategis:

  1. Sistem filtrasi modular (point of use) di setiap blok kandang  memastikan air difilter kembali sebelum masuk ke jalur nipple line.

  2. Flushing dan sanitasi pipa berkala dengan air bertekanan mencegah pertumbuhan biofilm dan endapan mineral.

  3. Optimalisasi desain distribusi air agar tekanan dan debit di seluruh kandang tetap stabil.

Air dari satu sumber belum tentu memiliki kualitas yang sama di semua titik. Air bersih tidak hanya ditentukan dari sumbernya, tetapi juga dari sistem distribusi dan perawatan yang tepat.

Dengan pendekatan ilmiah dan sistem water treatment yang terencana, YUKI Water Treatment siap membantu peternak menjaga kualitas air tetap optimal dari sumber hingga ke titik konsumsi ayam.

Baca Juga: