Memiliki berat badan ideal menjadi salah satu impian bagi banyak orang baik wanita maupun laki-laki. Berat badan ideal juga direkomendasikan dalam dunia kesehatan sebab dapat meminimalisir risiko penyakit terkait obesitas seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes tipe 2, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, hingga masalah tulang dan sendi. Berbagai cara dilakukan agar dapat mencapai berat badan yang diinginkan, salah satunya melalui diet dengan minum air. Pertanyaannya, apakah minum air dapat menurunkan berat badan?
Beberapa penelitian menyebutkan minum air dapat menurunkan berat badan dengan efektif dan menjaga tubuh agar tetap ideal. Sebuah penelitian yang dilansir dari laman John Hopkins University menyebutkan semakin tubuh terhidrasi oleh air, maka semakin efisien juga tubuh dapat melakukan tugas-tugasnya mulai dari berpikir hingga membakar lemak pada tubuh. Meskipun banyak faktor yang dapat memengaruhi berat badan, memastikan tubuh terhidrasi menjadi awal yang baik untuk melakukan diet. Bagaimanapun, sekitar 60% tubuh terdiri dari air, yang berarti air minum berperan dalam hampir setiap fungsi di tubuh.
Air minum yang baik merupakan air putih di mana minuman tersebut memiliki nol kalori. Tak hanya bagus untuk menghidrasi tubuh, minum air putih juga membantu mendukung tujuan penurunan berat badan, terutama jika disertai dengan pola gaya hidup sehat yang mencakup aktivitas fisik, kualitas tidur, dan pengelolaan stres. Waktu terbaik untuk minum air putih dalam memaksimalkan penurunan berat badan ialah sebelum makan, karena dapat membantu menurunkan nafsu makan dan mencegah makan secara berlebihan.
Sebuah penelitian yang dikutip dari laman Healthline menyebutkan terdapat studi mengenai orang dewasa yang menunjukkan bahwa minum air sebelum makan dapat meningkatkan penurunan berat badan sebanyak 2 kilogram selama periode 12 minggu. Lebih lanjut, penelitian lain juga menuturkan bagi peserta paruh baya yang kelebihan berat badan atau obesitas, meminum air sebelum makan akan menghilangkan berat badan 44% lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang tidak minum lebih banyak air.
Melansir dari laman Eating Well, air merupakan komponen penting dari proses alami tubuh dalam memecah lemak setelah makan. Sebuah artikel tahun 2016 yang diterbitkan oleh Frontiers in Nutrition menjelaskan lemak yang disimpan akan dipecah oleh tubuh menjadi gliserol dan asam lemak bebas untuk digunakan tubuh sebagai bahan bakar. Tanpa konsumsi air yang cukup, tubuh tidak akan efektif dalam memecah sumber energi ini sehingga akan mempersulit penurunan berat badan yang diinginkan.
Banyak dokter yang merekomendasikan minum air sekitar delapan gelas per hari (sekitar 2 liter). Namun, hal tersebut tetap bergantung kepada kebutuhan tiap individu. Misalnya, pada orang yang berolahraga secara teratur akan membutuhkan lebih banyak air dibandingkan pada orang yang tidak terlalu aktif berolahraga. Karena itu, perlunya asupan minum air putih secara cukup setiap harinya karena dapat membantu meningkatkan ketahanan tubuh dengan mengeluarkan racun yang tidak diinginkan dari tubuh.
Dalam melawan penumpukan racun di dalam tubuh, pastikan air minum yang dikonsumsi jernih dan steril yang bebas dari bakteri, virus, serta jamur yang tidak terlihat secara penglihatan mata. Mengingat bahwa pentingnya air dalam kebutuhan diet, hal yang tak kalah penting yaitu memilih air minum yang sehat. Salah satu metode sterilisasi air minum yaitu dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV) yang telah terbukti ampuh dalam menjernihkan air supaya aman untuk dikonsumsi Anda dan keluarga.
Pancaran dari sinar UV ini telah teruji menghilangkan 99,99% mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur tanpa mengubah rasa atau bau air. Oleh karena itu, pertanyaan mengenai apakah minum air dapat menurunkan berat badan? Jawabannya adalah bisa, namun, pastikan air yang Anda konsumsi sudah steril supaya program diet yang Anda jalani dapat efektif dalam penurunan berat badan.
