Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan atau ketika jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari pada cairan yang masuk dan berpotensi dapat mengakibatkan penurunan metabolisme atau gangguan organ. Sama seperti manusia, ayam juga dapat mengalami dehidrasi. Ayam mengalami dehidrasi memiliki beberapa gejala sebagai berikut :
- Menurunnya nafsu makan pada ayam
Dehidrasi pada ayam dapat mempengaruhi sistem pencernaannya yang menjadi lambat atau terganggu, yang mengakibatkan ayam tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan.
- Kulit menjadi pucat
Karena air menjadi salah satu faktor penting dalam peredaran darah, jadi apabila ayam kekurangan air maka kulitnya menjadi kusam atau memucat.
- Otot menghitam
Biasanya otot ayam yang sehat akan berwarna hijau atau kemerahan.
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan ayam mengalami dehidrasi :
- Suhu lingkungan yang tinggi
Pada suhu lingkungan yang tinggi, ayam dapat kehilangan cairan tubuh melalui keringat dan pernapasan secara berlebih, sehingga cenderung lebih mudah dehidrasi.
- Penyakit atau stress
Ayam yang mengalami stress atau penyakit dapat berpotensi mengalami dehidrasi. Beberapa penyakit tertentu juga mengakibatkan ayam diare atau muntah yang menyebabkan ayam secara signifikan kehilangan cairan tubuhnya.
- Kurangnya akses terhadap air minum
Ayam yang memiliki akses air tidak memenuhi standar atau bahkan tercemar, memiliki potensi yang lebih besar untuk mengalami dehidrasi. Guna mencegah dehidrasi pada ternak ayam dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara, seperti memastikan suhu kandang ideal, karena dengan suhu yang ideal ayam akan merasa nyaman, sehingga nafsu makan dan minumnya terjaga. Selain itu, peternak juga perlu memastikan kalau kebutuhan air minum untuk ayam mereka sudah terpenuhi, bukan hanya dari kuantitas, namun juga kualitas di mana air yang digunakan untuk minum ternak harus memenuhi standar kualitas air dan pastinya terbebas dari segala mikroba, selain untuk mencegah dehidrasi, juga dapat meminimalisir sakit pada ayam. Luminor Environmental hadir sebagai solusi pengolahan air asal Kanada untuk menonaktifkan mikroorganisme dalam air minum dengan menggunakan sinar UV-C. Teknologi ini tidak meninggalkan residu berbahaya dalam air dan telah terbukti efisien dalam membunuh bakteri dan virus hingga tingkat 99,9%. Luminor Environmental mendapatkan sertifikasi internasional seperti NSF, IUVA, EPA, dan lainnya serta masuk dalam Deloitte Fast 500 tahun 2022 dan menjadi pemenang dalam kategori Clean Technology untuk program Deloitte Technology Fast 50 tahun 2022. Dengan demikian, kualitas air dapat terjamin sehingga mendukung kesehatan dan performa optimal ternak.

Luminor Enviromental dengan teknologi sinar UV-C memiliki keunggulan yaitu:
- Penggunaan daya listrik rendah, mulai dari 20 watt
- Masa waktu lampu lebih lama, hingga 420 hari
- Dosis sinar UV 30mJ/cm3
- Menggunakan gelombang UV-C 254 nm
- Pemasangan mudah
- Dilengkapi chip untuk mencegah pemalsuan
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun

