Sebentar lagi umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Biasanya, perayaan Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, maupun domba. Bagi umat Muslim yang tahun ini ingin melaksanakan ibadah kurban, penting untuk mengetahui dan memilih hewan kurban yang sehat, sehingga daging yang dikonsumsi oleh manusia tidak akan menyebabkan penyakit. Diketahui, beberapa penyakit pada hewan herbivora seperti sapi, kerbau, domba, kuda, dan kambing merupakan penyakit zoonosis yang artinya dapat ditularkan melalui hewan yang sakit ke manusia.

Salah satu penyakit yang bersifat zoonosis ialah antraks. Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis. Bakteri ini dengan mudah dapat berpindah dan menyebar ke hewan lainnya. Salah satu penyebaran Bacillus anthracis bisa melalui air yang terkontaminasi. Pada hewan, bakteri Bacillus anthracis dapat menyebabkan kematian mendadak. Namun sebelum kematian pada hewan terjadi, hewan mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti demam tinggi, serta munculnya darah di sekitar hidung, mulut dan anus. Oleh karena itu, memilih hewan kurban yang sehat merupakan hal penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan apabila manusia mengonsumsi daging dari hewan yang terjangkit penyakit antraks, maka penyakit tersebut akan mampu menginfeksi manusia.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, manusia yang tertular antraks akan muncul gejala seperti mual, muntah, dan diare yang disertai dengan darah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan penularan penyakit antraks tidak hanya menyebabkan kematian pada hewan, namun juga pada manusia. Maka dari itu, untuk memilih hewan kurban baik sapi maupun kambing yang sehat, pemeriksaan mengenai hewan perlu dilakukan saat sebelum penyembelihan hingga setelah penyembelihan hewan kurban.                     

“Lakukan pemeriksaan antemortem atau sebelum pemotongan, tujuannya agar dapat memastikan hewan dalam keadaan cukup istirahat, menghindari pemotongan hewan yang sakit (penyakit menular dan zoonosis), dan sebagai bahan informasi untuk keperluan pemeriksaan postmortem,” ujar Lucky Diba G, dokter hewan lulusan Universitas Airlangga yang dikutip dari Antara News. 

Luminor BLACKCOMB
Luminor BLACKCOMB

Salah satu cara dalam memilih hewan ternak yang sehat ialah dengan memilih distributor hewan kurban yang telah menjamin kesehatan dari hewan-hewan tersebut. Tidak lupa juga untuk memastikan dilakukannya pemeriksaan rutin dan menjaga kebersihan serta kesejahteraan hewan. Selain itu, dalam menjaga hewan kurban dari penyakit menular maupun zoonosis yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur, penting untuk menggunakan sistem disinfeksi untuk menjamin keselamatan hewan ketika minum. Luminor Blackcomb, sistem disinfeksi yang dapat memastikan bahwa air yang diminum tidak mengandung bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan serta keselamatan hewan kurban. Luminor Blackcomb menggunakan sinar ultraviolet (UV) yang dapat membasmi 99,9% mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur yang ada di air.

Dengan mengikuti langkah-langkah dalam memilih hewan kurban di atas, Anda dapat memastikan bahwa hewan kurban tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan tenang dan penuh berkah.

Baca juga: