Persoalan air bersih hingga kini masih menjadi permasalahan yang belum dapat terpecahkan bahkan di Ibukota Jakarta. Seperti yang telah diketahui bahwa sumber air di Jakarta telah tercemar berbagai polutan yang cukup mengkhawatirkan. Sungai, waduk, dan air tanah hingga kini masih menjadi sumber air yang menghidupi warga ibukota. Namun, mirisnya sumber-sumber air tersebut dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan.

Sebagai contohnya adalah Sungai Ciliwung yang menjadi salah satu sumber air warga Jakarta. Sungai yang berhulu di Bogor tersebut kini telah tercemar akibat polusi berat, siltasi berlebihan dan perubahan pada struktur sungai yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Selain itu, air tanah yang menjadi sumber air utama di Jakarta juga tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Sebagian besar permasalahan air tanah terjadi akibat ekstraksi air tanah berlebihan dan pencemaran akibat limbah rumah tangga. Bahkan di wilayah pesisir Jakarta Barat dan Jakarta Utara, air tanahnya terindikasi telah terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan memiliki tingkat salinitas yang tinggi.

Kekhawatiran akan persoalan air bersih ini juga turut mencuri perhatian salah satu calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Mengutip dari Liputan6.com, Pramono Anung berjanji untuk mengatasi permasalahan air bersih di Jakarta saat menghadiri Dialog Publik Seni Bersama Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta 2024 di Taman Ismail Marzuki. Menurut Pramono, permasalahan air bersih di Jakarta ini harus segera ditangani dengan menghadirkan terobosan baru untuk sumber mata air.

“Harus ada terobosan baru untuk sumber mata air bersih di Jakarta, kalau enggak mungkin lima sampai sepuluh tahun lagi kita punya persoalan serius untuk air bersih,” ujar Pramono.

Lebih lanjut Pramono juga menyoroti usaha pemerintah yang telah berusaha untuk mengatasi sumber air bersih di Jakarta dengan membangun dua waduk di Ciawi dan Sukamahi serta membenahi sungai-sungai. Menurutnya usaha tersebut cukup efektif untuk menurunkan banjir, namun tetap tidak mengatasi persoalan air bersih. Oleh karena itu, Pramono menegaskan harus terdapat terobosan baru berupa waduk sebagai sumber air bersih di Jakarta. Selain itu, Pramono juga menyebutkan terkait pengontrolan penggunaan air tanah dan pipanisasi harus gencar untuk dilakukan.

“Maka mau tak mau tidak suka harus gak boleh bergantung waduk Jatiluhur, harus ada terobosan baru waduk tempat air bersih di Jakarta. Penggunaan air tanah pun harus dikontrol, pipanisasi harus dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga: