Stunting merupakan salah satu gejala yang terjadi ketika anak-anak memiliki permasalahan gizi kronik. Hingga saat ini, stunting masih menghantui pertumbuhan anak-anak di Indonesia. Terjadinya stunting pada anak akan ditandai dengan berbagai ciri khas yang menghambat pertumbuhan anak pada umur semestinya. Melansir dari situs Kementerian Kesehatan, berikut ini terdapat ciri-ciri ketika anak mengalami stunting:
- Pertumbuhan tulang pada anak tertunda
- Berat badan rendah jika dibandingkan dengan anak seusianya
- Tinggi anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya
- Proporsi tubuh yang cenderung normal tapi tampak lebih muda/kecil untuk seusianya
Munculnya gejala stunting pada anak dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kurangnya asupan makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Namun selain berbagai faktor tersebut, terdapat salah satu faktor yang disepelekan tapi memberikan dampak yang cukup penting, yaitu ketersedian air bersih.
Dilansir dari situs genbest.id, Direktur Eksekutif Asia Pacific Center for Ecohydrology United Notions Educational, Scientific, and Cultural Organization (Apcr-UNESCO) Dwi Atmaja Sutapa menyebutkan bahwa ketiadaan akses air bersih ibarat anak mendapat asupan makanan bergizi dengan peralatan makan yang kotor, sehingga tidak ada penyerapan gizi di pencernaan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Diana Sunardi selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang mengingatkan bahwa kualitas air minum yang buruk dapat memicu masalah kesehatan tubuh, salah satunya gangguan sistem pencernaan hingga yang terparah adalah stunting.
Lantas bagaimana minim akses air bersih dapat menyebabkan terjadinya stunting pada anak?
Air yang kurang bersih atau air kotor mengandung mikroorganisme yang dapat mengganggu sistem tubuh manusia seperti Escherichia coli. Akibat dari air kotor yang dikonsumsi anak-anak dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare. Jika telah terjangkit diare maka anak-anak akan kehilangan banyak cairan dan mikronutrien, salah satunya adalah zinc. Berdasarkan penelitian, saat anak kekurangan zinc maka dapat menyebabkan stunting.
Selain permasalahan tersebut, minimnya ketersediaan air bersih juga membuat anak rentan terkena infeksi cacing yang membuat nafsu makan menurun. Jika hal ini terus dibiarkan anak akan mengalami malnutrisi dan menyebabkan pertumbuhan anak melambat atau yang biasa disebut dengan stunting. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan anak memiliki akses air bersih yang cukup untuk mendukung pertumbuhan mereka dan mencegah terjadinya stunting.
Baca Juga:
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun
- Satu-Satunya Filter Air di Indonesia dengan Teknologi Vortech dari USA
- Filter Air Terbaik untuk Anda: Food Grade & Sistem Filtrasi Vortech
- YUKI Water Treatment: Komitmen Meningkatkan Kondisi Air Baku dengan Filter Air Berkualitas

