Air merupakan salah satu komponen penting bagi ternak sebagai minuman untuk melakukan proses produksi. Kualitas air bagi ternak merupakan hal yang sangat penting bagi peternak. Jika ternaknya ingin menghasilkan produksi dan performa yang lebih baik. Salah satu masalah air bagi peternak yaitu adanya kandungan mikroorganisme patogen seperti virus, bakteri, jamur dalam air yang sangat berbahaya bagi ternak. Para peternak di Indonesia sebagian besar masih menggunakan kaporit untuk membasmi mikroorganisme patogen dan menghilangkan senyawa kimia berbahaya yang terkandung pada air. Kaporit/klorin merupakan salah satu senyawa kimia yang bisa digunakan sebagai disinfeksi air. Penggunaan kaporit yang tidak sesuai dengan standar akan mengakibat masalah bagi ternak bahkan membuat kerugian bagi peternak.
Pengaplikasian kaporit untuk disinfeksi air harus sesuai takaran yang sudah menjadi acuan standar. Pemberian yang kurang dari standar maka akan sia-sia karena mikroorganisme yang ada dalam air tidak akan bisa dihilangkan. Pemberian kaporit melebihi standar dari yang sudah ditentukan dapat menyebabkan ayam tidak nafsu minum dan makan. Hal ini disebabkan karena kaporit mempunyai rasa dan bau yang kuat, sehingga berdampak pada perubahan rasa air akibat dari kenaikan pH air menjadi basa.
Selain itu pemberian kaporit pada air tidak dianjurkan dilakukan setiap hari dan harus ada jeda untuk tidak mencampurkan kaporit di air sebagai disinfeksi. Biasanya peternak menggunakan cara 3-2-3 di mana 3 hari menggunakan air berkaporit kemudian 2 hari menggunakan air biasa dan 3 hari lagi menggunakan air berkaporit lagi. Hal ini karena pemakaian kaporit untuk disinfeksi air secara terus menerus dapat berakibat fatal bagi ternak. Ayam bisa mengalami iritasi pada saluran pencernaannya dan berdampak pada penurunan performa ayam. Hal itu bisa menjadi salah satu media penyebaran mikroorganisme patogen untuk masuk ke dalam tubuh ternak saat tidak menggunakan kaporit. Konsentrasi kaporit yang berlebihan dapat mengganggu sistem pencernaan, serta kaporit juga meninggalkan residu kimia berbahaya penyebab kanker.
Perlakuan dan pengaplikasian kaporit sebagai disinfeksi air minum kurang efektif dan perlu dilakukan pengontrolan cara pengaplikasian sesuai dengan standar. Apabila pemberian kaporit tidak dilakukan dengan benar maka kaporit justru dapat menjadi penyebab masalah baru yang menyerang ternak dan merugikan peternak. Oleh karena itu, peternak harus bijak dalam pengaplikasian kaporit ini dan beralih pada Luminor UV-C System yang sudah teruji dan efektif untuk menangani masalah kualitas air di peternakan. Selain hemat waktu, Luminor UV-C System juga mudah diaplikasikan otomatis untuk menonaktifkan mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi ternak.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun

