Air merupakan sumber daya yang tidak lagi dipandang sebelah mata karena air merupakan hal yang vital dalam berbagai proses seperti pelarutan bahan, pendinginan, pencucian, bahkan proses produksi utama. Kualitas air sangat menentukan hasil akhir produksi, efisiensi, dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Standar baku mutu air bersih pada skala industri menjadi suatu keniscayaan
Air yang berada jauh di atas minimal standar dapat menjadi ancaman kerugian besar. Seperti contohnya kandungan mikroorganisme, logam berat, ataupun zat terlarut yang terlalu tinggi. Air yang pada dasarnya berpengaruh terhadap keseluruhan aspek dalam industri, tidak hanya memengaruhi hasil akhir produk saja namun dapat merusak sistem produksi seperti memperpendek umur alat karena adanya korosi dan kerak.
Dalam sektor yang lebih sensitif, seperti industri makanan, minuman, dan farmasi kualitas air harus diperhatikan secara ketat dan intensif. Hal tersebut karena sedikit saja kualitas air berada di luar standar, maka akan berdampak terhadap keselamatan konsumen, reputasi yang menurun, bahkan terjerat sanksi hukum yang berlaku.
Di Indonesia sendiri, standar kualitas dalam keperluan industri terdapat dalam beberapa regulasi utama, salah satunya dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 yang menetapkan syarat kualitas dari air minum. Meskipun peraturan ini menyebutkan secara spesifik mengenai air minum untuk dikonsumsi, nyatanya banyak industri dalam sektor pangan dan kesehatan mengacu agar menjamin air yang digunakan dalam proses benar benar layak dan aman untuk dikonsumsi.
Di luar regulasi nasional, banyak standar teknis yang digunakan untuk memastikan bahwa kualitas air yang dipakai sesuai dengan kebutuhan industri spesifik. Biasanya, untuk industri makanan dan minuman merujuk pada standar ISO 22000 atau HACCP yang terdapat kriteria kualitas air dalam manajemen risiko keamanan pangan. Selain itu, pada bidang farmasi mengacu dengan cakupan Farmakope Indonesia serta beberapa standar internasional seperti PIC/S dan WHO GMP yang menetapkan syarat khusus untuk air murni, air injeksi, dan lainnya.
Untuk mencapai standar baku air murni yang telah ditentukan, diperlukan berbagai proses air baku karena kebanyakan sumber air yang digunakan belum memenuhi standar. Adapun beberapa tahapan sistem pengolahan air yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:
1.Penyaringan Awal (pre-treatment)
Terkadang air baku yang didapatkan mengandung lumpur, mangan, besi ataupun partikel halus. Maka harus dipasang sistem pre-treatment seperti Iron removal unit yang berfungsi mengoksidasi dan mengendapkan zat besi/mangan menggunakan media yang telah disesuaikan.
2. Penjernihan dan Penghilangan Warna / Bau
Pre-treatment ini dilakukan untuk mengurangi senyawa organik, klorin, dan bau tak sedap biasanya menggunakan carbon filter.
3. Penyesuaian Kesadahan
Kesadahan perlu diperhatikan untuk melindungi berbagai mesin dari kerak menggunakan water softener dengan media resin kation untuk mengikat senyawa Mg dan Ca.
4. Pemurnian Tingkat lanjut
Pemurnian ini digunakan untuk menghasilkan air yang memiliki kualitas tinggi. Teknologi yang biasa digunakan adalah reverse osmosis yang dapat digunakan untuk menyaring ion terlarut. Selain itu dapat juga digunakan demineralisasi dengan media anion dan kation.
5. Disinfeksi dan Sterilisasi Mikroba
Proses ini digunakan untuk membunuh virus, bakteri, dan mikroorganisme. Seringkali digunakan UV untuk merusak susunan DNA ataupun ozon untuk mengoksidasi mikroorganisme dalam air.
Setiap industri dapat memilih dan memiliki kombinasi alat yang digunakan sesuai dengan kebutuhan proses, kualitas air baku, dan standar yang ditetapkan. Dalam berbagai industri, diinstalasi berbagai alat pendukung seperti PLC Automation, sensor kualitas real-time, dan laboratorium mikrobiologi sebagai bagian dari proses kontrol.
Pada dasarnya, kepatuhan terhadap standar mutu air bersih bukanlah tentang menjalankan namun lebih dari itu. Ini merupakan salah satu komitmen industri terhadap keberlangsungan produksi, kualitas produk, dan perlindungan terhadap konsumen dan lingkungan. Dalam era yang sudah berfokus terhadap keberlanjutan dan efisiensi, air yang dikelola dengan baik menjadi kunci utama dalam proses industri yang berkelanjutan dan dapat bersaing di pasar global.
Baca Juga:
- YUKI Water Treatment Hadir di IndoBuildTech Bandung 2026 dengan Solusi Water Treatment untuk Rumah
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia

