Beriringan dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan keamanan. Tidak sedikit orang menganggap bahwa air minum adalah air steril. Padahal, keduanya memiliki karakteristik air yang berbeda, bahkan pengolahan untuk menghasilkan kedua karakteristik air ini berbeda.
Sekilas, memang kedua karakteristik ini memiliki ciri fisik yang sama yaitu jernih dan tidak berbau sama sekali. Kesalahan dalam memahami perbedaan antara keduanya dapat berdampak besar terutama pada skala industri yang menuntut ketepatan yang tinggi terhadap kualitas air.
Menurut pengertiannya, air steril didefinisikan sebagai air yang bebas dari semua mikroorganisme, baik yang dapat merugikan maupun tidak. Air steril ini benar benar tidak mengandung sedikitpun mikroba, virus, hingga partikel mikroskopis lainnya. Air ini biasanya dibutuhkan di berbagai industri pada sektor farmasi, rumah sakit, laboratorium penelitian, serta produksi makanan dan minuman yang memerlukan higienitas yang tinggi. Biasanya air steril digunakan untuk infus, pencucian alat bedah hingga formulasi obat. Air steril bukan hanya bersih pada aspek kimia dan fisika namun harus bebas total dari kontaminasi biologis.
Di sisi lain, air minum adalah air yang aman dikonsumsi oleh manusia, baik diminum langsung maupun dimasak terlebih dahulu. Air jenis ini tidak boleh mengandung patogen yang membahayakan tubuh seperti E. Coli, bahan kimia berbahaya seperti timbal, dan tidak menunjukkan beberapa karakteristik yang mengidentifikasi bahaya seperti bau, warna, dan rasa yang mencolok. Air minum memiliki standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 yang menetapkan ambang maksimum kontaminan dalam aspek kimiawi, fisika, maupun biologis. Pada dasarnya air minum boleh mengandung sedikit mikroorganisme non-patogen namun dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak membahayakan kesehatan.
Dari kedua penjelasan definisi antara air minum dan air steril, dapat disimpulkan bahwa tidak setiap air minum adalah air yang steril karena air tersebut memiliki kemungkinan sejumlah mikrobiologi yang tidak berbahaya. Namun, apabila air tersebut sudah tergolong air steril maka sudah pasti air tersebut sudah aman dikonsumsi bagi manusia.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun
