Kepiting bakau (Scylla olivacea) merupakan komoditas perikanan yang menjadi primadona masyarakat. Sebab, kepiting bakau mudah dijumpai di pasar-pasar dan hampir setiap restoran besar pasti menghadirkan menu makanan yang berbahan dasar kepiting bakau. Minat masyarakat terhadap olahan kepiting cukup tinggi. Namun, dibalik minat pasar yang tinggi nyatanya produksi kepiting masih relatif rendah jika dibandingkan dengan komoditas lainnya seperti udang, bandeng, nila, dan lele. Hal ini karena masa pemeliharaan kepiting yang relatif panjang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, lahirlah inovasi ‘Vertical Crab House’ atau rumah kepiting vertikal. Vertical crab house menyajikan inovasi budidaya kepiting secara vertikal menggunakan box plastik yang disusun. Metode ini berfokus pada segmentasi penggemukan kepiting dengan masa pemeliharaan yang relatif lebih singkat. Segmentasi penggemukan bertujuan menambah biomassa kepiting sampai ukuran konsumsi sehingga dapat meningkatkan harga jual.
Keunggulan utama metode vertical crab house antara lain:
- Mengurangi kanibalisme antar kepiting,
- Meminimalkan persaingan pakan, karena kepiting dipelihara dalam ruang terpisah,
- Efisiensi tenaga kerja karena satu orang bisa mengelola hingga 1.000 ekor,
- Menekan biaya operasional tanpa mengurangi produktivitas.
Peran sistem RAS dalam Vertical Crab House
Salah satu intervensi teknologi yang digunakan pada vertical crab house adalah recirculating aquaculture system (RAS). Sistem ini memungkinkan air digunakan berulang kali selama masa pemeliharaan melalui proses filtrasi (mekanis dan biologis), sehingga:
- Menghemat air,
- Menekan risiko penyakit,
- Menstabilkan kualitas air,
- Lebih ramah lingkungan,
- Cocok diterapkan di perkotaan jauh dari sumber air payau.
Ketergantungan budidaya kepiting terhadap air payau (15-30 ppt) juga mampu digantikan dengan air laut buatan (artificial seawater) menggunakan garam sintetis yang dipadukan dengan mineral. Dengan syarat salinitas dan kesadahannya rutin dipantau.
Tantangan Penggunaan UV dalam Sistem RAS
Walau sudah mulai banyak diterapkan oleh para pembudidaya. Namun penggunaan sistem RAS seringkali belum memenuhi standar. Salah satu contohnya yaitu penggunaan lampu ultraviolet (UV) yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Penggunaan UV seharusnya memperhatikan beberapa faktor yaitu debit air, target mikroorganisme, contact time, dan bahan rangka/chamber. Jika beberapa faktor tersebut diabaikan, maka penggunaan UV akan sia-sia dan merugikan akibat infeksi penyakit. Oleh karena itu, perlu UV yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembudidaya.
Solusi Teknologi ULTRAAQUA
Sebagai jawaban, ULTRAAQUA hadir dengan teknologi UV yang didesain sesuai dengan standar dan spesifikasi yang dibutuhkan, seperti:
- Tersedia chamber berbahan stainless steel atau polypropylene,
- Dilengkapi controller cabinet untuk kemudahan pengoperasian,
- Lampu UV tahan hingga 16.000 jam,
- Teknologi ultrawiper untuk pembersihan otomatis.
Dengan menggunakan UV yang tepat, maka budidaya kepiting di vertical crab house menjadi lebih aman dari infeksi penyakit sehingga produktivitas dan keuntungan dapat meningkat.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun
