Saat mendengar tentang ozon hal yang biasa terbayang adalah suatu hal yang berbentuk gas. Lantaran ozon sendiri merupakan sebuah gas yang tidak memiliki warna dan terdiri dari tiga atom oksigen (O3). Ozon pertama kali ditemukan oleh Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1840. Nama ozon berasal dari Bahasa Yunani ‘ozein’ yang memiliki arti ‘bau’. Namun, gas ozon cukup berbahaya jika dihirup secara langsung karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan terutama pada organ pernapasan seperti iritasi paru-paru dan tenggorokan, batuk, hingga menimbulkan gejala asma.
Berbeda dengan gas ozon yang menimbulkan berbagai dampak negatif saat dihirup secara langsung, ozon yang telah dilarutkan pada air justru memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia. Air ozon dibuat dengan terus menerus menggelembungkan gas ozon ke dalam air murni. Berikut ini terdapat beberapa manfaat dari air ozon:
- Terapi Gigi
Penggunaan air ozon memiliki manfaat cukup banyak dalam pengobatan gigi dan mulut. Melansir dari situs Healthline, terdapat sebuah penelitian yang menguji keefektifan air ozon sebagai obat kumur klorheksidin untuk kerusakan gigi. Penelitian dilakukan pada 23 orang yang telah menggunakan air ozon secara terus menerus selama 7 hingga 14 hari.
Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan yang signifikan pada bakteri Mutans Streptococci yang meningkatkan risiko kerusakan pada gigi. Penelitian lain menyebutkan bahwa mengoleskan air ozon pada luka mulut akan mempercepat proses penyembuhan
- Pengobatan dan Pencegahan Kanker
Pada sebuah penelitian di awal tahun 2000-an membandingkan antara pasien kanker yang mengonsumsi air ozonisasi dengan air klor. Kedua hal tersebut memiliki fungsi yang sama yakni mendisinfeksi air dengan mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroba yang berbahaya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa risiko terkena kanker kandung kemih lebih rendah pada pasien yang mengonsumsi air ozonisasi.
- Antioksidan dan Antimikroba
Air ozonisasi memiliki sifat antibakteri dan penambah antioksidan. Paparan air ozonisasi dapat mempercepat proses perbaikan sel serta mengurangi bakteri sehingga membuatnya memiliki sifat antioksidan. Selain itu, air ozon juga meningkatkan sensitivitas mikroba terhadap pengobatan antibiotik.
- Keamanan Pangan dan Sterilisasi Air
Pada tahun 1901 lalu, salah satu kota di Jerman dan kota lainnya di Perancis menjadi kota pertama yang memanfaatkan ozon untuk memurnikan atau mensterilisasi air minum hingga saat ini terdapat lebih dari 3000 kota melakukan hal yang sama. Hingga pada tahun 1995, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengklaim bahwa penggunaan air ozon aman untuk makanan.
Oleh karena itu, sejumlah penelitian membuktikan bahwa air ozonisasi dapat digunakan untuk mencuci sayuran dan buah segar untuk mengurangi bakteri yang berada di permukaan bahkan juga meningkatkan pengawetan.
Baca Juga:
- YUKI Water Treatment Hadir di IndoBuildTech Bandung 2026 dengan Solusi Water Treatment untuk Rumah
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
Yuki Water Treatment memiliki sebuah produk yang dapat menjadi solusi untuk keamanan pangan dan sterilisasi air menggunakan air ozonisasi bernama ARG (Antimicrobial Rinse Generator) yang mampu menghilangkan bakteri di permukaan makanan seperti sayur dan buah dan meningkatkan pengawetannya.

