Penyakit Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) telah menjadi perhatian utama dalam budidaya udang. Dikenal sebagai parasit microsporidia, EHP pertama kali ditemukan pada tahun 2004 di Thailand dan dilaporkan di Indonesia pada 2015. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian massal tetapi berdampak serius pada pertumbuhan udang. Dampak ini dapat mempengaruhi produktivitas dari usaha tambak udang.
Gejala EHP meliputi perlambatan pertumbuhan udang, cangkang yang melunak, dan kotoran berwarna putih. Menurut laporan dari FAO (Food and Agriculture Organization), EHP dapat menyebabkan perbedaan ukuran yang mencolok dalam satu kolam (FAO, 2020). Gangguan ini mengarah pada hasil panen yang tidak optimal dan mengurangi keuntungan petambak.
EHP sering dikaitkan dengan White Feces Syndrome (WFS), yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sp., dan ditandai dengan kotoran putih. Penyakit ini mempengaruhi sel epitel tubulus hepatopankreas udang, mengganggu metabolisme dan nutrisi, serta dapat diperparah oleh sistem biosecurity yang lemah.
Diagnosis EHP memerlukan uji real-time PCR di laboratorium. Mengingat tidak adanya obat spesifik untuk EHP, tindakan pencegahan dan penanganan sangat penting. Langkah-langkah yang disarankan meliputi:
- Karantina: Pisahkan udang terinfeksi untuk mengurangi penyebaran penyakit.
- Manajemen Air: Lakukan pergantian air secara rutin dan berikan pakan berkualitas tinggi.
- Pemanenan Total: Lakukan pemanenan total untuk kolam yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Pencegahan EHP memerlukan peningkatan sistem biosecurity. Teknologi UVC disinfection seperti yang ditawarkan oleh ULTRAAQUA telah terbukti efektif dalam mengurangi patogen hingga 99,9%. Sistem UVC ini telah diterapkan secara sukses di berbagai negara seperti USA, Eropa, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, dan Afrika, dengan tingkat kematian di bawah 10%.
Baca Juga:
- YUKI Water Treatment Hadir di IndoBuildTech Bandung 2026 dengan Solusi Water Treatment untuk Rumah
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia

