Perbedaan cuaca antara musim hujan dan musim kemarau menyebabkan meningkatnya penyebaran sejumlah penyakit. Salah satu penyakit tersebut adalah diare yang sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Diare biasanya mudah menyerang anak-anak yang masih memiliki imun lebih rentan dari orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa juga dapat terjangkit diare, terutama jika imun sedang tidak dalam keadaan yang optimal ditambah dengan lingkungan yang tidak sehat.
Diare saat musim kemarau disebabkan karena beberapa kondisi seperti udara yang semakin kering membuat debu meningkat, banyaknya lalat yang menyebabkan lingkungan tidak sehat, serta kontaminasi bakter E. coli di air. Seperti yang diketahui bahwa sumber air orang Indonesia selama ini didominasi berasal dari air sungai. Sementara itu, di musim kemarau konsentrasi kuman pada air semakin tinggi akibat kurangnya frekuensi aliran air karena ketersediaan air jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan musim hujan. Akibat dari kurangnya air yang mengalir tersebutlah yang membuat konsentrasi kuman lebih meningkat terutama E. coli yang menjadi penyebab diare.
Agar dapat terhindar dari penyakit diare di musim kemarau, diperlukan tindakan pencegahan untuk melindungi tubuh dan orang-orang tersayang dari bahaya diare. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Ira Purnamasari menjelaskan melalui situs Universitas Muhammadiyah Surabaya terkait beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran diare seperti berikut ini.
“Pencegahan diare juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan, mengonsumsi air minum yang berkualitas, rajin mencuci tangan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama menjaga pola makan. Pola makan yang cenderung asal-asalan kerap kali menjadi penyebab seseorang terjangkit diare. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat yang telah terbukti steril. Selain menjaga pola makan sehat, memastikan lingkungan sekitar telah aman dari kontaminasi bakteri penyebab diare juga sangat penting untuk dilakukan. Salah satunya adalah memastikan air yang digunakan sehari-hari seperti untuk masak, sikat gigi, cuci tangan, hingga cuci muka aman dari bahaya mikroorganisme di air. Dikarenakan bakteri penyebab diare dapat masuk ke tubuh melalui berbagai aktivitas tersebut.

LUMINOR BLACKCOMB dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah Anda dan orang-orang tersayang terjangkit diare melalui media air. LUMINOR BLACKCOMB mendesinfeksi air dengan menggunakan teknologi UV-C yang terbukti efektif dalam membunuh mikroorganisme berbahaya hingga 99,9%. Dengan menggunakan LUMINOR BLACKCOMB, Anda tidak perlu mengkhawatirkan peningkatan kontaminasi bakteri di musim kemarau yang dapat menyebabkan diare dan penyakit lainnya.
Baca Juga:
- YUKI Water Treatment Hadir di IndoBuildTech Bandung 2026 dengan Solusi Water Treatment untuk Rumah
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia

