Masa transisi antara musim kemarau ke musim hujan disebut dengan musim pancaroba yang umum terjadi di bulan April maupun Oktober seperti saat ini. Datangnya musim pancaroba biasa ditandai dengan cuaca yang tidak menentu seperti curah hujan tinggi namun diselingi panas terik matahari hingga angin kencang dan badai petir. Kondisi ini memberikan berbagai dampak terhadap manusia seperti menurunnya imunitas, sehingga rentan terserang penyakit.
Tidak cukup sampai di situ, musim pancaroba juga memberikan dampak pada alam seperti kondisi tanah yang menjadi lebih labil, sehingga berakibat pada peningkatan laju erosi dan sedimentasi di sungai sebagai efek tanah dan sedimen yang terbawa hujan mengalir ke sungai. Di sisi lain, peralihan musim kemarau ke musim hujan menyebabkan kadar air tanah meningkat. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya banjir yang berpotensi menyebarkan air tercemar.
Curah hujan yang tinggi juga dapat meningkatkan potensi air tanah tercemar berbagai zat-zat kimia maupun organik. Zat-zat tersebut dapat berasal dari permukaan tanah sebagai dampak dari pestisida, pupuk, limbah industri hingga sampah. Cemaran dari berbagai hal tersebut menyebabkan peningkatan berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat menularkan penyakit. Adapun beberapa penyakit yang mudah menyebar saat musim pancaroba antara lain seperti flu, batuk, diare, kolera, hingga infeksi.
Untuk mencegah hal ini terjadi diperlukan adanya pengolahan air yang dapat memutus rantai penyebaran penyakit melalui air yang tercemar. Pengolahan air yang tepat menjadi kunci untuk membunuh berbagai mikroorganisme tersebut. Disinfeksi air diperlukan untuk membunuh berbagai mikroorganisme penyebab timbulnya penyakit. Di era modern ini, teknologi UV-C menjadi pilihan tepat untuk disinfeksi air yang lebih efektif karena tidak meninggalkan residu berbahaya.

Sebagai solution provider, YUKI Water Treatment memiliki Luminor yang efektif untuk membunuh mikroorganisme hingga 99,9% dengan menggunakan teknologi UV-C. Dengan teknologi dari Kanada, Luminor dapat melindungi Anda dan keluarga dari bahaya mikroorganisme penyebab penyakit saat musim pancaroba.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun

