Di industri peternakan, menjaga kesehatan ternak melalui program sanitasi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi. Salah satu teknologi yang sering digunakan untuk mendukung sanitasi di peternakan adalah sinar ultraviolet (UV). Teknologi UV dapat digunakan untuk mendisinfeksi udara, air, serta permukaan kandang. Namun, pemilihan teknologi UV yang tidak tepat bisa menyebabkan hasil yang tidak efektif dan bahkan merugikan. Oleh karena itu, sobat farming jangan salah pilih, karena teknologi UV yang dipilih tidak selalu menjamin keberhasilan jika tidak sesuai dengan kondisi peternakan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Teknologi UV di Peternakan

  1. Jenis Sinar UV yang Digunakan
    Tidak semua sinar ultraviolet (UV) dapat digunakan untuk sterilisasi air minum di peternakan. Sinar UV-C adalah jenis yang paling efektif untuk sterilisasi mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, jamur dan lainnya. Namun, banyak teknologi UV di pasaran yang mungkin menggunakan UV-A atau UV-B, yang tidak efektif dalam membunuh patogen di air minum peternakan.
  2. Kekuatan dan Intensitas Sinar UV
    Sinar UV-C, dengan panjang gelombang 254 nanometer, adalah jenis sinar yang paling efektif dalam membunuh patogen, karena kemampuannya untuk merusak DNA atau RNA mikroba sehingga tidak bisa berkembang biak. Sekarang ini, banyak teknologi UV di pasaran menggunakan UV-A atau UV-B yang tidak efektif dalam membunuh patogen di air. Jika perangkat UV tidak cukup kuat atau intensitas sinarnya rendah, mikroorganisme bisa tetap bertahan. Luminor UV-C System mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen yang ada di dalam air. Berbeda dengan teknologi sterilisasi lainnya, Luminor UV-C System mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen hingga 99,9% tanpa meninggalkan residu berbahaya. Sehingga, kualitas air minum ternak akan tetap terjaga dan kesehatan ternak tidak terganggu.
  3. Kebersihan dan Kualitas Lingkungan
    Teknologi UV membutuhkan kondisi air yang bebas dari partikel-partikel agar dapat bekerja secara maksimal. Jika air tidak bersih, sinar UV bisa terhalang dan proses disinfeksi tidak berjalan dengan optimal. Sehingga, proses sterilisasi tidak berjalan secara maksimal.  EVI (Enpress Vortech Inside) merupakan sistem filtrasi air yang sudah dilengkapi dengan teknologi Vortech yang sudah dipatenkan di seluruh dunia. Teknologi Vortech sangat menguntungkan bagi peternakan karena dapat mengurangi penggunaan air hingga 30% pada saat backwash karena strainer yang digunakan memiliki ukuran 2,5 kali lebih lebar dibandingkan dengan strainer konvensional. Sehingga, air yang dihasilkan bersih dan kinerja sinar UV bisa maksimal.
  4. Dosis UV
    Teknologi UV untuk air harus mengandung dosis yang tepat untuk semua mikrooganisme patogen. Setiap mikrooganisme memiliki ketahanan terhadap dosis UV yang berbeda-beda. Sinar UV dengan dosis yang tidak tepat, tidak dapat menembus sistem DNA dan RNA mikrooganisme. Oleh karena itu, pemilihan UV yang sesuai sangat penting untuk memastikan cakupan yang maksimal. Luminor UV-C System memiliki dosis sinar UV-C 30mJ/cm2, ampuh dalam menonaktifkan sebagian besar patogen seperti bakteri, virus dan jamur yang ada di dalam air. 

Teknologi UV-C dapat menjadi teknologi sterilisasi yang sangat berguna untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ternak, tetapi hanya jika teknologi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di peternakan tersebut. Jangan salah pilih, karena perangkat UV-C yang tidak tepat bisa menyebabkan kegagalan dalam mengatasi patogen yang ada. Dengan memilih perangkat UV-C yang tepat, Anda bisa memastikan air yang bebas dari cemaran patogen, serta mencegah penyakit yang merugikan produksi peternakan Anda.

Baca Juga: