1. Pendahuluan
Proses intensifikasi budidaya hingga saat ini masih terus dilakukan melalui penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya yaitu teknologi bioflok. Bioflok merupakan sistem budidaya yang memanfaatkan limbah organik maupun anorganik menjadi pakan tambahan bagi udang melalui penambahan karbon organik. Karbon organik dapat berasal dari molase, tepung tapioka, tepung terigu atau sumber bahan karbon lainnya. Berbeda dengan sistem budidaya konvensional yang memerlukan ganti air atau penambahan air harian, bioflok tidak perlu penggantian air harian (zero water change) sehingga dapat menghemat air.
2. Manfaat Sistem Bioflok Dalam Budidaya Ikan
Beberapa penelitian telah mengungkap keunggulan bioflok, di antaranya:
- Meningkatkan survival rate (SR)
- Menekan feed conversion ratio (FCR)
- Meningkatkan laju pertumbuhan
- Meningkatkan imunitas
- Memperbaiki kualitas air
- Menekan jumlah patogen
3. Produktivitas dan Komoditas yang Cocok untuk Bioflok
Banyak penelitian juga telah membuktikan bahwa bioflok mampu meningkatkan produktivitas budidaya. Selain itu, bioflok juga dapat menjadi solusi bagi para pembudidaya yang tidak memiliki lahan luas atau keterbatasan stok air. Berbagai komoditas ikan dapat tumbuh dengan baik pada sistem ini seperti udang vaname, nila, lele, patin, mas, dll. Dengan nilai SR, FCR serta kinerja pertumbuhan yang cepat membuat bioflok menjadi pilihan utama bagi pembudidaya saat ini. Terlebih lagi, bioflok memungkinkan pembudidaya meningkatkan padat tebar ikan. Sehingga dapat mendorong profitabilitas bagi pembudidaya.
4. Pentingnya Kualitas Air dalam Sistem Bioflok
Hal yang menjadi kunci keberhasilan bioflok yaitu pemantauan kualitas air yang cukup intens. Kualitas air yang sangat penting diperhatikan pada bioflok yaitu dissolved oxygen (DO). Sebab DO berperan penting bagi kelangsungan hidup ikan serta mikroorganisme lainnya seperti bakteri heterotrof, nitrifikasi, denitrifikasi dan plankton dalam bioflok. Keseimbangan ekologis dalam bioflok menjadi indikator keberhasilan budidaya. Tidak rumit, tetapi mengharuskan kita lebih aware terhadap kondisi air.
5. Peran Teknologi Pemantauan Kualitas Air Otomatis
Hal terbaik untuk dilakukan yaitu dengan menggunakan alat pemantau kualitas air otomatis. Suatu alat yang mampu mendeteksi perubahan kualitas air di kolam secara real-time. Sebab perubahan kualitas air tiba-tiba dapat mempengaruhi kehidupan ikan dan keseimbangan ekologis di kolam yang dapat berujung pada kematian massal ikan yang dibudidayakan. Oleh karenanya, Liquisens hadir sebagai solusi permasalahan kualitas air budidaya.
Kenapa harus Liquisens?
- Alat pengukur kualitas air otomatis yang bekerja secara real-time
- Mampu bekerja selama 24 jam
- Mengukur 4 parameter sekaligus yaitu DO, suhu, pH dan salinitas
- Cocok untuk berbagai jenis komoditas, air tawar, payau hingga laut
- Didukung jaringan 4G sehingga mampu mengirimkan notifikasi ke gawai milik kita jika terdeteksi perubahan kualitas air sekaligus memberikan saran hal yang harus dilakukan
- Tersedia 4 probe, yang memungkinkan pengukuran pada 4 kolam sekaligus
- Dilengkapi baterai 5200 mAh dan solar panel
6. Kesimpulan
Teknologi bioflok merupakan solusi inovatif untuk budidaya ikan dan udang yang hemat air, efisien pakan, dan ramah lingkungan. Dengan pengelolaan kualitas air yang optimal serta dukungan teknologi pemantauan otomatis, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas pembudidaya.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun
