Standar mutu bagi industri makanan dan minuman bukan sekedar tuntutan regulasi namun sebagai tolak ukur kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Banyak produsen yang menghadapi masalah bahwa produk mereka gagal dalam pengujian laboratorium. Padahal sebelum produksi dilakukan, semua bahan baku sudah aman dan terverifikasi, proses produksi pun sudah sesuai dengan standar operasional perusahaan, selain itu lingkungan kerja nampak higienis untuk sebuah industri. Namun, ternyata ada salah satu hal yang seringkali luput untuk menjadi perhatian padahal hal tersebut hampir dipakai di seluruh proses utama maupun pendukung, yaitu air.
Dalam berbagai industri, air menjadi bagian langsung produk, baik secara fisika maupun kimiawi. Walaupun pada dasarnya air tersebut jernih, bersih dan tidak berbau, hal tersebut tidak berarti bebas dari risiko apapun. Banyak kontaminan yang tidak dapat dideteksi oleh indra manusia dan bersifat mikroskopis seperti logam berat, senyawa organik, bakteri, virus, dan banyak lagi jenis kontaminan. Hal tersebut seringkali menjadi penyebab utama yang menjadi kegagalan uji laboratorium.
Air yang terkontaminasi oleh patogen sudah dipastikan tidak lolos pengujian mikrobiologi, akibatnya produk gagal beredar. Selama ini klorin sering dipilih sebagai bahan disinfeksi air produksi, namun pada beberapa studi kasus sering ditemukan air yang mengandung klorin berlebih akan menimbulkan reaksi atau produk sampingan ketika bercampur dengan bahan lainnya. Akibatnya dapat menyebabkan rasa yang tidak sesuai, perubahan warna hingga menimbulkan aroma yang mengganggu. Namun bukan hanya patogen dan klorin saja yang dapat mempengaruhi kualitas air, kandungan padat terlarut dalam air yang tinggi juga berpotensi mempengaruhi hasil produk yang tidak sesuai standar.
Berbagai kontaminan tersebut dapat menyebabkan produk tidak lolos uji laboratorium, padahal seluruh bahan yang digunakan telah sesuai standar, namun hanya karena air yang digunakan kurang diperhatikan justru menyebabkan kontaminasi. Jika produk gagal dalam pengujian laboratorium, maka produk akan gagal beredar di pasar. Bahkan dampaknya juga dapat berakibat pada penarikan produk yang telah beredar, sehingga dapat menurunkan kepercayaan konsumen yang lambat laun dapat menyebabkan reputasi perusahaan jatuh. Dampak terbesarnya jika hal ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan berbagai sertifikasi seperti BPOM dan SNI dapat dicabut, yang mana hal ini akan sangat merugikan perusahaan.
Cara terbaik yang harus dilakukan yaitu dengan memastikan kualitas air yang digunakan dalam seluruh proses produksi baik pencucian, pengolahan, pengemasan, sampai pembersihan seluruh peralatan melalui tahapan pengolahan yang sesuai dan memadai. Oleh karena itu, water treatment atau pengolahan air ketika sangat penting untuk diperhatikan ketika proses produksi berlangsung.
Di masa yang modern ini, teknologi pengolahan air telah berkembang pesat dan dapat menjawab seluruh tantangan dalam menghadapi kualitas air industri. Tidak sedikit pabrik yang berhasil meningkatkan keberhasilan uji laboratorium setelah menerapkan sistem pengolahan air modern. Sistem pengolahan air biasa dimulai dengan pre-filter untuk memastikan bahwa air baku telah terbebas dari berbagai kontaminan fisika dan kimia seperti logam berat berlebih, kaporit dan berbagai zat lainnya. Untuk proses sterilisasi air, teknologi UV-C menjadi solusi tepat membasmi berbagai patogen di air yang optimal dan tidak meninggalkan residu berbahaya di air. Selain penggunaan pre-filter dan sterilisasi UV-C, teknologi reverse osmosis juga banyak digunakan karena kemampuannya yang dapat menyaring partikel hingga 0,0001 mikron, sehingga dapat membuat air menjadi lebih murni tanpa ada kontaminan lain.
Oleh karena itu, dalam proses produksi bukan hanya bahan baku, peralatan atau SOP saja yang harus diperhatikan, kualitas air baku juga harus sangat diperhatikan. Meskipun terlihat remeh, penggunaan air baku yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi kualitas hasil produksi. YUKI yang telah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun di bidang pengolahan air dapat membantu Anda memberikan sistem pengolahan air terbaik untuk menunjang hasil produksi yang optimal dan mencapai standar. Hubungi YUKI dan berkonsultasi dengan tim ahli kami untuk mendapatkan solusi sistem pengolahan air terbaik untuk usaha Anda.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun

