Sebelumnya pembahasan mengenai masalah air di peternakan beserta solusi pengolahan airnya telah sering dibahas. Kini saatnya membahas mengenai suatu hal lain yang tidak kalah penting yaitu “sanitasi permukaan” yang berperan penting dalam pilar menjaga biosecurity tetap aman.
Mengapa menjaga sanitasi permukaan sangat penting?
Sering tanpa disadari, sebagian besar patogen penyebab penyakit seperti E. coli, Salmonella, dan virus ND bisa bertahan lama di permukaan kandang, peralatan, dan kendaraan yang dapat dengan mudah menjangkit hewan ternak.
Studi menunjukkan bahwa beberapa bakteri bahkan bisa hidup berminggu-minggu di dinding, lantai, dan tirai kandang, terutama jika kelembapan tinggi.
Artinya, meskipun air sudah bersih, permukaan kandang yang tidak disanitasi dengan benar tetap bisa menjadi sumber infeksi berulang.
Di lapangan, proses ini dilakukan saat masa kosong kandang di mana seluruh area dibersihkan, disikat, dan disemprot disinfektan. Namun banyak peternak mengeluhkan:
“Baru dua minggu setelah sanitasi, kandang mulai berbau lagi, bahkan hasil uji swab belum sepenuhnya bersih.”
Masalahnya bukan pada cara menyemprot, tapi pada stabilitas dan ketahanan disinfektan yang digunakan. Sebagian besar disinfektan konvensional hanya bekerja pada saat kontak langsung, tanpa efek residu jangka panjang.
Di sinilah Virol-Oxy® dari YUKI menjadi pembeda.
Disinfektan bubuk buatan Jerman ini mengandalkan teknologi Advanced Oxidation Process (AOP)hvh yang menghasilkan radikal bebas reaktif (hydroxyl radicals) yang mampu menonaktifkan virus, bakteri, dan jamur hingga ke level DNA/RNA.
Tak hanya itu, Virol-Oxy® juga membentuk lapisan pelindung mikro yang tetap aktif hingga 30 hari, memberikan efek coating protection pada permukaan kandang, dinding, dan peralatan.
Cukup larutkan 10 gram bubuk Virol-Oxy® ke dalam 1 liter air bersih (1 kg bubuk menghasilkan hingga 100 liter larutan). Semprotkan ke area lantai, dinding, feeder, drinker, dan kendaraan operasional. Biarkan selama 10 menit contact time, lalu bersihkan atau biarkan mengering alami.
Tanpa bau menyengat, tanpa kandungan alkohol dan kaporit, dan tidak menyebabkan karat pada logam. Hasilnya, sanitasi jadi lebih efisien, higienitas kandang meningkat, dan risiko penyakit berulang dapat ditekan sejak awal siklus produksi.
Karena biosecurity yang kuat bukan hanya tentang air bersih tapi juga tentang permukaan yang benar-benar steril dan terlindungi.
Baca Juga:
- Kualitas Air Berubah di Musim Hujan, Sudah Siapkah Filter Air Anda?
- Filter Air, Solusi Cerdas atau Justru Pemborosan Terselubung?
- Water Treatment yang Tepat di Musim Hujan, Jaga Keluarga Tetap Sehat
- Strategi Memaksimalkan Produksi Ayam Pedaging di Tengah Tekanan Kenaikan Harga Daging
- Memahami Kualitas Hidup Keluarga Indonesia dari Air.

