Air putih yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh ternyata tidak hanya satu jenis air putih saja. Terdapat beberapa jenis air putih yang saat ini umum dikonsumsi oleh masyarakat. Di antara banyaknya jenis air putih yang beredar, air mineral dan air reverse osmosis (RO) menjadi jenis yang paling banyak dibandingkan satu sama lain. Banyak orang yang masih bingung sebenarnya apa yang menjadi perbedaan antara air mineral dan air reverse osmosis. Sementara jika dilihat secara kasat mata, air mineral dan air RO terlihat sama saja dengan warnanya yang bening.
Meskipun terlihat sama saja, namun air mineral dan air RO memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dimulai dari kandungannya sudah sangat jauh berbeda. Air mineral mengandung beberapa jenis mineral di dalamnya seperti zat besi,kalium, magnesium, dan masih banyak lagi. Sementara air RO hanya terdiri dari kandungan air (H2O) saja, sehingga lebih murni tanpa adanya kandungan bahan lain.
Kemudian dari proses filtrasi keduanya memiliki proses yang sangat berbeda. Air mineral yang diambil dari pegunungan melalui proses filtrasi standar yang tidak merubah volume air sebelum dan sesudah proses filtrasi. Untuk air RO sendiri, melalui proses filtrasi dengan menggunakan membran RO dengan ukuran pori-pori sangat halus, sehingga dapat menyaring partikel-partikel kecil seperti mikroorganisme. Proses filtrasi ini menyebabkan pengurangan volume air yang dihasilkan setelah proses filtrasi karena kandungan-kandungan lain selain air akan dibuang. Hal inilah yang menyebabkan air reverse osmosis lebih mahal jika dibandingkan air mineral.
Perbedaan air RO dan air mineral juga cukup terlihat dari manfaat yang dihasilkan. Air mineral bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh dengan berbagai kandungan mineral yang dimiliki. Meskipun air RO lebih rendah mineral, namun air RO memiliki berbagai keunggulan yang lebih banyak sebagai berikut:
- Air RO memiliki tingkat kejernihan yang sangat tinggi
- Lebih ringan, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh
- Kandungan zat padat terlarut yang rendah membantu ginjal bekerja lebih ringan
- Air RO mempunyai ketahanan lebih lama dibandingkan dengan air mineral biasa
- Air hasil pengolahan RO memiliki kecenderungan untuk lebih lama dalam proses pertumbuhan lumut
Dari berbagai penjelasan di atas mengenai mana yang lebih baik antara air mineral dan air reverse osmosi kembali lagi pada preferensi dan kebutuhan masing-masing orang. Air mineral cocok digunakan untuk orang yang membutuhkan asupan mineral yang lebih pada tubuh. Sementara air reverse osmosis cocok untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan karena air reverse osmosis murni hanya mengandung air, sehingga lebih ringan dan mudah dicerna oleh tubuh.
Baca Juga:
- Sering Diremehkan, Ini Tanda-tanda Air di Rumah Anda Butuh Filter Air Segera
- Air Kuning di Rumah, Berbahaya atau Tidak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
- Lebih dari 90% Air Tanah di Jakarta Tercemar E. coli, Yakinkah Air di Rumah Anda Sudah Aman?
- Filter Air Sumur EVI: Solusi untuk Segala Kondisi Air Sumur di Indonesia
- Treatment Air Bersih Terpercaya dengan Pengalaman Lebih dari 40 Tahun

